Senyawa yang terkandung dalam teh hijau, seperti L-theanine dan epigallocatechin gallate (EGCG), berperan penting dalam perlindungan sistem saraf. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau secara rutin dapat memperlambat penurunan kognitif yang sering dialami seiring bertambahnya usia.
Teh hijau juga dihubungkan dengan risiko lebih rendah terhadap sejumlah penyakit neurodegeneratif, seperti Parkinson. Ini menjadikan teh hijau sebagai salah satu pilihan minuman sehat yang wajib dipertimbangkan oleh masyarakat yang peduli kesehatan otak.
Teh Hijau Tanpa Kafein atau Teh Hijau Biasa
Dalam penelitian terkini, air panas terbukti efektif dalam menghilangkan kafein yang terkandung dalam teh hijau. Namun, penting untuk dicatat bahwa faktor seperti waktu dan suhu penyeduhan berpengaruh signifikan terhadap kandungan senyawa bermanfaat yang dipertahankan.
Kandungan polifenol dalam teh hijau tanpa kafein berbeda dengan teh hijau biasa. Diperkirakan, jumlah polifenol dalam teh hijau dapat mencapai puluhan hingga ratusan miligram per 100 ml, menjadikannya sumber antioksidan yang sangat baik.
Berapa Banyak Teh Hijau Sebaiknya Dikonsumsi?
Menurut saran dari Food and Drug Administration (FDA), orang dewasa disarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 400 miligram kafein dalam sehari. Dalam hal ini, satu cangkir teh hijau berukuran 8 ons mengandung sekitar 29 mg kafein, jauh lebih rendah dibandingkan teh hitam yang mencapai 48 mg per cangkir.
Manfaat Teh Hijau Bagi Kesehatan Tubuh Secara Keseluruhan
Teh hijau lebih dari sekadar minuman biasa; ia memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas hidup. Senyawa bioaktif dalam teh hijau membantu mengurangi risiko penyakit jantung dengan meningkatkan kolesterol baik dan menurunkan kolesterol jahat.
Selain itu, teh hijau juga mengandung kandungan antioksidan yang tinggi. Antioksidan ini sangat penting dalam melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kronis.
Minuman ini juga dapat membantu dalam manajemen berat badan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa teh hijau dapat meningkatkan pembakaran lemak dan meningkatkan metabolisme tubuh, yang berpotensi membantu mereka yang ingin menurunkan berat badan.
Teh Hijau dan Kesehatan Mental yang Lebih Baik
Teh hijau dapat memberikan efek menenangkan bagi pikiran, berkat adanya L-theanine, yang dikenal mampu mengurangi stres. Ini menjadikannya pilihan yang baik bagi mereka yang memerlukan peningkatan fokus tanpa efek samping berlebihan dari kafein.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau dapat meningkatkan mood dan memberikan perasaan bahagia dalam aktivitas sehari-hari. Hal ini membuat teh hijau tidak hanya berkontribusi pada kesehatan fisik, tetapi juga kesehatan mental.
Beberapa orang juga memilih teh hijau sebagai bagian dari rutinitas meditasi. Rutinitas ini dapat meningkatkan keseluruhan pengalaman meditasi sehingga memberikan manfaat lebih dalam hal kesehatan mental.
Perbedaan Teh Hijau dengan Teh Lainnya
Salah satu perbedaan utama antara teh hijau dan teh lainnya adalah cara pengolahannya. Teh hijau tidak mengalami proses oksidasi seperti teh hitam, yang membantu mempertahankan lebih banyak senyawa bermanfaat. Proses ini memastikan teh hijau memiliki sifat-sifat alami yang tetap utuh.
Kandungan kafein dalam teh hijau juga lebih rendah dibandingkan dengan teh hitam dan kopi. Hal ini membuat teh hijau lebih cocok untuk mereka yang sensitif terhadap kafein, namun tetap ingin mendapatkan manfaat dari energinya.
Teh hijau memiliki rasa yang lebih ringan dan lebih segar dibandingkan dengan teh hitam. Ini membuatnya dapat dinikmati dalam berbagai suasana, baik hangat maupun dingin, menjadikannya pilihan yang fleksibel untuk berbagai kesempatan.







