Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengungkapkan bahwa sekitar 20.000 personel TNI akan dikerahkan ke Gaza, Palestina. Pengiriman ini merupakan bagian dari misi perdamaian yang melibatkan tiga brigade komposit yang telah disiapkan.
Setiap brigade terdiri dari tiga batalyon utama, yaitu Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, dan Batalyon Bantuan. Selain itu, terdapat juga unsur Bantuan Mekanis yang siap mendukung operasi ini, sesuai kebutuhan di lapangan.
“Ada juga komponen tambahan untuk mobilisasi yang lebih efisien,” kata Agus saat pernyataan resmi di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. Keberangkatan pasukan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kemanusiaan dan bantuan medis bagi masyarakat yang terkena dampak konflik di wilayah tersebut.
Persiapan Logistik dan Tim Aju Sebelum Pengiriman Pasukan
Jenderal Agus menegaskan bahwa sebelum pengiriman pasukan utama, TNI akan mengirimkan tim aju ke Gaza. Tim ini bertugas untuk memetakan situasi terkini dan memastikan lokasi yang paling tepat untuk penempatan personel dan logistik yang diperlukan.
Pengiriman tim aju sangat penting sebagai langkah awal untuk memahami kondisi dan tantangan yang akan dihadapi saat pasukan tiba. Dengan informasi yang akurat, TNI dapat merencanakan langkah-langkah lebih lanjut dengan lebih efektif.
Agus juga menyatakan bahwa seluruh pasir logistik dan alat bantu akan siap sebelum pengiriman dilakukan. Persiapan ini termasuk memastikan pasokan makanan, obat-obatan, dan peralatan medis yang dibutuhkan untuk misi ini.
Sarana Transportasi untuk Misi Kemanusiaan di Gaza
Panglima TNI mengungkapkan bahwa TNI telah menyiapkan pesawat angkut Hercules C-130 dan KRI rumah sakit untuk mendukung misi ini. Pesawat Hercules akan digunakan untuk mengangkut pasukan serta logistik yang dibutuhkan saat berada di lokasi misi.
Kapal rumah sakit juga akan berfungsi sebagai tempat perawatan untuk warga sipil yang terluka. Tenaga kesehatan yang disiapkan di kapal ini akan memberikan layanan medis langsung kepada korban perang yang membutuhkan perhatian segera.
Agus menyatakan bahwa berbagai unsur udara juga akan disiapkan, termasuk helikopter yang dapat digunakan untuk mendukung operasi di lapangan. Keberadaan helikopter ini penting untuk memungkinkan mobilisasi cepat dan fleksibel dalam situasi darurat.
Menunggu Arahan dari Pemerintah Pusat untuk Pengiriman Pasukan
Meskipun segala persiapan telah dilakukan, Agus menegaskan bahwa pengiriman pasukan akan menunggu arahan dari pemerintah pusat. Keputusan ini diambil demi kelancaran misi dan keselarasan dengan kebijakan luar negeri Indonesia.
Agus menambahkan, Mabes TNI akan terus memantau situasi di Gaza dan siap untuk berkoordinasi dengan pihak terkait. Kesiapan ini menunjukkan komitmen TNI untuk memberikan bantuan yang tepat waktu dan efektif.
Kedepannya, TNI berharap misi ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Upaya ini juga menjadi simbol solidaritas Indonesia terhadap negara-negara yang sedang mengalami kesulitan.










