Peluang bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia semakin terbuka lebar, khususnya dalam konteks global. Pembangunan jaringan bisnis dan program ekspor menjadi dua aspek penting yang mampu mendorong pertumbuhan sektor ini.
Keberhasilan UMKM dalam mengikuti berbagai pameran internasional membuktikan potensi produk lokal yang tidak kalah saing. Selain itu, kolaborasi dengan lembaga keuangan dan berbagai institusi pemerintahan turut memperkuat posisi mereka di pasar global.
Keberhasilan UMKM Dalam Trade Expo Indonesia 2025
Trade Expo Indonesia (TEI) 2025 menjadi ajang yang menggairahkan bagi banyak pelaku UMKM. Selama dua minggu penyelenggaraan pada bulan Oktober, banyak kesepakatan perdagangan berhasil diraih.
Dari total partisipan, sejumlah UMKM berhasil melakukan business matching yang menjajaki peluang perdagangan dengan 33 negara. Total potensi ekspor mencapai angka yang menggembirakan, yaitu lebih dari Rp 110,9 miliar.
UMKM yang terlibat dalam program ini meliputi berbagai sektor produk, mulai dari pertanian hingga kerajinan tangan. Keberagaman produk tersebut mampu menarik perhatian sejumlah negara dengan minat tinggi terhadap barang-barang dari Indonesia.
Pentingnya Dukungan Terhadap UMKM di Tanah Air
Dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, menjadi sangat krusial bagi perkembangan UMKM. Dengan adanya pendampingan, pelaku UMKM dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik menghadapi pasar internasional.
Pendidikan dan pelatihan dalam bidang manajemen usaha dan pemasaran juga menawarkan tambahan nilai bagi para pelaku usaha. Hal ini berkontribusi pada meningkatkan daya saing produk mereka di pasar luar negeri.
BCA, misalnya, telah menciptakan berbagai program untuk membantu UMKM menembus pasar ekspor. Ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan perekonomian nasional.
Peluang Ekspor Produk Indonesia Di Pasar Global
Peluang ekspor bagi UMKM Indonesia sangat bervariasi, terutama dalam produk makanan dan minuman. Beberapa komoditas seperti kopi, coklat, dan rempah-rempah menjadi favorit di kalangan pembeli luar negeri.
Negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Australia menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap produk UMKM Indonesia. Dengan strategi pemasaran yang tepat, produk ini bisa meraih lebih banyak pasar di negara tersebut.
Partisipasi dalam pameran internasional juga menunjukkan potensi yang besar dalam menarik investor dan pembeli potensial, sehingga menguntungkan kedua belah pihak.
Pencapaian dan Hasil Kesepakatan Perdagangan UMKM
Sejumlah UMKM berhasil mencapai kesepakatan perdagangan yang signifikan selama TEI 2025. Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani mencerminkan prospek positif bagi UMKM dalam pasar internasional.
Dengan total nilai ekspor mencapai Rp 12,4 miliar, komoditas yang dihasilkan oleh UMKM bervariasi, mulai dari edamame, bawang, hingga gula kelapa. Keberhasilan ini menunjang kepercayaan diri pelaku usaha dalam bersaing secara global.
Strategi pemasaran yang tepat dengan memanfaatkan teknologi digital juga menjadi salah satu kunci sukses dalam memasarkan produk ke luar negeri. Inovasi dalam pembuatan produk juga menarik perhatian banyak pihak untuk melakukan kerja sama lebih lanjut.











