Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, berkomitmen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang terdampak banjir dalam dua pekan terakhir. Dalam upaya tersebut, mereka menyiagakan tim medis selama 24 jam untuk menjangkau daerah yang mengalami bencana.
Dengan adanya banjir yang cukup parah, Dinkes telah membentuk pos kesehatan di lokasi-lokasi strategis. Selain itu, mereka juga melibatkan tim pemantau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di daerah yang terkena dampak secara langsung.
Upaya Dinas Kesehatan Dalam Penanganan Korban Banjir di Bekasi
Sekretaris Dinkes Kabupaten Bekasi, Supriadinata, menyatakan bahwa penanganan kesehatan bagi masyarakat menjadi prioritas utama. Beberapa kecamatan seperti Babelan dan Tarumajaya termasuk dalam area yang mendapatkan perhatian khusus dari tim medis.
Tim medis yang dikerahkan berfokus pada pembentukan posko kesehatan yang mudah diakses oleh masyarakat. Penempatan tim medis di lokasi banjir dan pengungsian memungkinkan mereka untuk memberikan layanan yang cepat dan efisien.
Seluruh fasilitas kesehatan puskesmas di Kabupaten Bekasi juga diinstruksikan untuk beroperasi penuh selama 24 jam. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi risiko penyakit yang mungkin menginfeksi masyarakat akibat bencana ini.
Pentingnya Edukasi Kesehatan di Masa Banjir
Supriadinata menekankan pentingnya edukasi kesehatan bagi masyarakat selama masa banjir. Gangguan kesehatan seperti penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan dapat meningkat di kondisi ini, dan informasi yang tepat dapat membantu mencegahnya.
Tim medis juga berinisiatif untuk melakukan “jemput bola”. Mereka turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan memberikan pengobatan di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.
Masyarakat juga diingatkan untuk selalu memastikan kebersihan air yang dipakai. Mengonsumsi air yang tercemar dapat berakibat fatal, sehingga kewaspadaan adalah kunci untuk menjaga kesehatan.
Tim Medis yang Terorganisir untuk Tanggap Bencana
Tim medis Kabupaten Bekasi dibagi menjadi lima kelompok, masing-masing terdiri dari tenaga medis dari beberapa puskesmas. Dengan pengorganisasian yang baik, mereka dapat menjangkau lebih banyak wilayah dampak banjir secara efisien.
Monitoring kesehatan secara berkala sangat penting dilakukan, terutama untuk mengantisipasi munculnya penyakit. Hal ini juga sebagai salah satu cara untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan tetap optimal.
Diharapkan dengan upaya yang dilakukan, risiko gangguan kesehatan akibat banjir dapat diminimalisir. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan selama masa sulit ini.










