Manchester City kalah mengejutkan 1-3 dari Bodo/Glimt di Liga Champions, Rabu (21/1/2026) dini hari WIB. Pep Guardiola menyoroti banyaknya pemain absen dan momentum yang berbalik, usai City tumbang di Aspmyra Stadion, Norwegia.
Pertandingan tersebut menjadikan Manchester City harus menghadapi tantangan serius, terutama di fase grup Liga Champions. Kekalahan ini pun memperlihatkan betapa rapuhnya pertahanan mereka pada laga tersebut.
Bodo/Glimt berhasil memanfaatkan peluang dengan sangat baik, menghasilkan permainan yang sangat efektif di lapangan. Kehilangan sejumlah pemain kunci tampaknya menjadi faktor penentu, membuat City sulit untuk bersaing secara maksimal.
Analisis Pertandingan antara Manchester City dan Bodo/Glimt
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi, namun City kesulitan mengendalikan permainan. Strategi yang dijalankan Pep Guardiola tampak tidak berjalan efektif di tengah tekanan langsung dari para pemain Bodo/Glimt.
Bodo/Glimt tampil percaya diri dan mengorganisir serangan mereka dengan baik. Mereka berlari cepat ke lini pertahanan City, memanfaatkan setiap celah yang ada, dan berhasil mencetak gol pertama dengan relatif mudah.
Selain kesalahan individu yang terjadi di lini belakang City, keputusan wasit yang kontroversial juga menjadi sorotan dalam pertandingan ini. Banyak penggemar merasa keputusan tersebut sangat merugikan tim tamu.
Pentingnya Pemain Kunci di Tim Manchester City
Absen sejumlah pemain kunci menjadi masalah yang cukup serius bagi tim dalam pertandingan ini. Tanpa kehadiran mereka, sinergi tim turut terganggu dan performa City menurun drastis.
Berkaca pada pertandingan sebelumnya, keberadaan pemain-pemain seperti Kevin De Bruyne dan Erling Haaland sering kali menjadi penentu kemenangan. Ketidakhadiran mereka sangat dirasakan ketika tekanan meningkat di lapangan.
Guardiola harus segera menemukan solusi untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh para pemain tersebut. Ini merefleksikan betapa vitalnya kedalaman skuad dalam menghadapi kompetisi tingkat tinggi seperti Liga Champions.
Evaluasi Kinerja Pep Guardiola dan Staf Pelatih
Pep Guardiola dikenal atas strategi inovatif yang sering kali membawa kesuksesan. Namun, dalam pertandingan ini, dia harus belajar dari kesalahan yang terjadi dan mengevaluasi pendekatan yang diambil.
Pengaturan lini belakang dan penggantian pemain dalam matchday ini menjadi pertanyaan besar bagi para analis. Beberapa keputusan yang diambil saat krisis tampaknya tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Kritik mungkin akan datang dari berbagai arah, tetapi Guardiola tetap memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Transformasi skuad dalam waktu dekat adalah kunci untuk mengatasi masalah ini dan kembali ke jalur kemenangan.








