Dalam sebuah pertandingan yang penuh drama, tim tuan rumah mengejutkan banyak pihak dengan gol cepat di menit keempat. Dengan permainan yang agresif, Azerbaijan berhasil memimpin skor dan menciptakan ketegangan bagi tim Prancis yang diharapkan tampil dominan.
Tertinggal lebih awal ternyata membuat Prancis berusaha mengubah strategi serangan mereka. Dengan dua sayap yang aktif, Theo Hernandez dan Christopher Nkunku berupaya menemukan celah di pertahanan lawan, meskipun upaya mereka belum membuahkan hasil.
Selanjutnya, kerja keras Prancis akhirnya membuahkan hasil saat mereka berhasil menyamakan kedudukan. Gol yang ditunggu-tunggu pun tercipta dan memberikan harapan kembali kepada para penggemar yang hadir di stadion.
Momen Krusial yang Mengubah Pertandingan
Pada menit ke-17, Prancis menunjukkan kualitas permainan mereka dengan umpan terarah dari Akliouche. Dengan kecepatan dan ketepatan, Malo Gusto menyisir sisi lapangan untuk menerima umpan itu.
Crossing akurat dari Gusto mengarah ke tiang jauh dan diteruskan dengan sundulan oleh Mateta. Gol penyama kedudukan itu membawa angin segar bagi skuat Prancis yang mulai percaya diri untuk menambah pundi-pundi gol.
Namun, meski sudah mendapat gol, mereka tetap tidak mengendurkan tekanan. Berulang kali mencoba membongkar pertahanan Azerbaijan, dua gol Prancis yang tercipta harus dianulir oleh VAR akibat pelanggaran handball, menambah ketegangan di lapangan.
Gol Penentu Momentum Tim Prancis
Setelah melalui sejumlah percobaan, Prancis akhirnya bisa menjaringkan bola lagi pada menit ke-30. Umpan cemerlang dari Warren Zaire-Emery kembali menemukan Gusto yang menjadi kunci dalam serangan.
Umpan silang terukur Gusto yang mengarah tepat ke kotak penalti disambut Akliouche dengan sangat baik. Gol tersebut membuat Les Bleus kini memimpin, dan percaya diri semakin meningkat di kalangan para pemain.
Keunggulan yang mereka raih ternyata masih melahirkan momen penuh drama menjelang akhir babak pertama. Tendangan sudut yang dihasilkan oleh Akliouche menciptakan kekacauan di depan gawang Azerbaijan, menambah kesialan bagi kiper lawan.
Kekacauan Menjelang Akhir Babak Pertama
Peristiwa hingga terjadinya gol bunuh diri ini menunjukkan bagaimana tekanan terus menerus mempengaruhi lawan. Bola sempat mengenai Marcus Thuram sebelum mengarah ke kiper Mehemmedeliyev.
Kiper Azerbaijan yang kehilangan konsentrasi tak mampu mengontrol bola dengan baik, memaksa dirinya untuk mendorong bola ke gawang sendiri. Hasilnya, gol bunuh diri ini semakin mempersulit posisi Azerbaijan yang harus menutup babak pertama dengan tertinggal 3-1.
Kondisi ini memberikan beban berat bagi tim tuan rumah saat mereka turun minum. Di sisi lain, Prancis sudah memiliki modal kuat untuk melanjutkan pertandingan di babak kedua dengan keunggulan yang cukup meyakinkan.








