Pertemuan antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III telah berhasil menciptakan suasana yang hangat dan akrab, di mana keduanya berbincang sembari menikmati teh bersama tokoh filantropi dunia di Lancaster House. Ini merupakan pertemuan kedua mereka sejak Prabowo dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia, sebelumnya mereka pernah bertemu di Istana Buckingham, London, pada November 2024.
Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, menjelaskan hasil dari pertemuan tersebut yang berlangsung di St. James’s Palace, London. Dalam pertemuan ini, Inggris menunjukkan komitmennya untuk membantu Indonesia dalam upaya memperbaiki ekosistem dan memperindah pemulihan 57 taman nasional yang ada di Indonesia.
Teddy menyampaikan bahwa inti dari diskusi ini adalah kerjasama konkret yang akan tercipta antara Inggris dan Indonesia, terutama dalam konteks pelestarian lingkungan. Adanya kesepakatan ini tentunya menjadi langkah positif bagi kedua negara dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin mendesak.
Proyek Pemulihan Taman Nasional di Indonesia dan Kerjasama Internasional
Salah satu fokus dari pembicaraan tersebut adalah pemulihan yang telah dilakukan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, yang dikenal dengan keberadaan gajahnya. Selain itu, ada juga proyek pemulihan yang berlangsung di daerah Peusangan, Aceh.
Teddy menjelaskan bahwa lahan yang terlibat dalam proyek pemulihan gajah ini sejatinya merupakan milik Presiden Prabowo yang telah diserahkan kepada LSM WWF untuk tujuan konservasi. Ini menunjukkan komitmen Prabowo terhadap pelestarian alam dan perlindungan satwa langka di Indonesia.
Secara keseluruhan, total luas tanah yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada WWF mencapai 90 hektare, yang tersebar di beberapa daerah. Namun, tidak semua lahan tersebut akan digunakan untuk konservasi gajah, melainkan juga untuk ekosistem lainnya yang memerlukan perhatian.
Strategi dan Rencana Ke Depan untuk Pelestarian Lingkungan
Teddy menekankan pentingnya rencana strategis dalam pengelolaan kawasan konservasi ini agar dapat memberikan manfaat yang optimal. Pembagian lahan yang cermat sangat diperlukan untuk memaksimalkan fungsi masing-masing area, baik untuk gajah maupun untuk spesies lainnya.
Penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sambil memastikan bahwa gajah dan satwa lainnya mendapatkan habitat yang aman. Upaya ini juga harus melibatkan partisipasi masyarakat lokal untuk menciptakan rasa memiliki terhadap pelestarian lingkungan.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, proyek ini juga akan melibatkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pelestarian alam. Dalam hal ini, kolaborasi dengan lembaga internasional akan memberikan pengalaman dan pengetahuan yang berharga.
Peran Global dalam Menghadapi Perubahan Iklim dan Keanekaragaman Hayati
Diskusi antara Presiden Prabowo dan Raja Charles III menunjukkan bahwa pentingnya kerjasama internasional dalam menghadapi masalah lingkungan. Dengan adanya kerjasama ini, diharapkan dapat muncul inovasi yang berdampak positif bagi lingkungan hidup.
Kedua pemimpin sepakat bahwa tindakan global diperlukan untuk mengatasi masalah perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati. Dalam konteks ini, keterlibatan masyarakat internasional menjadi kunci untuk kesuksesan berbagai inisiatif konservasi.
Kolaborasi yang erat antara negara-negara akan memberikan dorongan bagi inovasi teknologi yang ramah lingkungan. Hal ini juga bertujuan untuk menyebarluaskan praktik baik dalam pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.








