Promosi sekuel film Wicked yang berjudul Wicked: For Good baru saja dimulai dan menarik perhatian banyak penggemar. Penampilan Ariana Grande sebagai Glinda di acara ini menjadi sorotan utama, terutama karena gaun hitam yang dikenakannya memiliki nilai historis yang mendalam.
Pada acara pembukaan yang berlangsung di ODEON Luxe Leicester Square pada 10 November 2025, Ariana tampil anggun dan penuh emosi. Gaun yang dikenakan merupakan karya dari tahun 1952 yang dirancang oleh desainer legendaris Gilbert Adrian.
Gaun tersebut memiliki peran yang lebih dari sekadar pakaian, melainkan juga simbol dari warisan budaya film. Desain gaun ini menghubungkan kekuatan karakter Glinda dengan sejarahnya yang kaya, menciptakan ikatan emosional yang kuat bagi Ariana.
Memahami Budaya di Balik Gaun Bersejarah
Gaun yang dikenakan Ariana adalah gaun ball gown one-shoulder yang diambil dari arsip sejarah. Hal ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya berpikir tentang estetika modern, tetapi juga mengenai makna yang terkandung dalam setiap elemen.
Karya Gilbert Adrian bukan hanya sekadar desain, melainkan bagian dari sejarah perfilman. Nama Adrian mengingatkan kita akan banyak elemen ikonik dari film-film klasik, seperti The Wizard of Oz dimana ia berperan penting dalam menciptakan gaya visual yang telah diingat selama beberapa generasi.
Momen ketika Ariana mengenakan gaun tersebut menjadi titik penting dalam kariernya. Dia merasakan betapa pentingnya menghormati warisan yang pernah ada, khususnya saat berperan sebagai karakter Glinda yang ikonik.
Resonansi Emosional dalam Setiap Detail
Ketika melakukan fitting gaun, Ariana dan penata gaya, Law Roach, tak dapat menyembunyikan emosinya. Mereka merasakan beratnya sejarah yang terbungkus dalam kain tersebut, sehingga setiap detil dari gaun itu menjadi sangat berarti bagi mereka.
Setiap jahitan dan pilihan warna dalam gaun membawa cerita tersendiri, menciptakan koneksi yang mendalam. Ariana sendiri mengungkapkan bahwa ia merasa terhubung dengan masa lalu saat mengenakan gaun tersebut, menambahkan lapisan estetika baru pada penampilannya.
Dia menegaskan, “Law dan saya menangis berkali-kali selama pemasangan ini.” Hal itu menunjukkan seberapa jauh hubungan emosional yang terbangun dengan karya seni ini.
Merayakan Warisan Melalui Mode
Pakaian tidak hanya berfungsi sebagai bahan penutup tubuh, tetapi juga sebagai pernyataan identitas. Dengan memilih untuk mengenakan gaun dari tahun 1952, Ariana menegaskan pentingnya merayakan keberagaman dalam dunia mode.
Gaun yang dia kenakan tidak hanya berbicara tentang masa lalu, tetapi juga memberikan inspirasi untuk masa depan. Ariana membawa pesan yang kuat bahwa menghargai sejarah dapat memperkaya pengalaman saat ini.
Keberanian untuk mengenakan sesuatu yang klasik dalam dunia yang berfokus pada tren saat ini menunjukkan kedewasaan dalam berpikir. Ariana, melalui penampilannya, mengajak banyak orang untuk melihat lebih jauh ke dalam makna yang tersembunyi di balik mode.







