Kebakaran hebat terjadi di sebuah gudang ekspedisi yang terletak di Jalan Rawa Buaya, Jakarta Barat. Insiden ini mulai mengejutkan warga setempat pada Minggu siang, 28 Desember 2025, ketika api berkobar dan menghanguskan sejumlah kios serta kendaraan yang ada di lokasi.
Menurut penjelasan dari anggota Satgas Gulkarmat, Saful Rohman, kebakaran tersebut berawal dari bagian loteng atau atap gudang ekspedisi. Dalam waktu singkat, api semakin meluas dan merambat ke area lainnya, membakar barang-barang yang ada di dalamnya.
“Awalnya saya melihat ada api yang muncul dari loteng, kemudian terjadi perambatan yang sangat cepat,” ungkap Saiful. Kebakaran ini berdampak pada kerugian yang cukup besar, dengan beberapa kios dan satu mobil terbakar akibat nyala api yang tak terkontrol.
“Kondisi cukup parah, karena dampaknya meluas. Salah satu mobil yang terparkir di samping gudang pun tidak luput dari kebakaran,” lanjutnya. Dia juga menyatakan, peristiwa ini sempat menarik perhatian banyak warga yang berusaha menyaksikannya dari jarak aman.
Sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran dan 70 personel dikerahkan untuk memadamkan api. Proses pemadaman pun berlangsung cukup menegangkan, tetapi api berhasil dikendalikan dalam waktu setengah jam.
“Kami bekerja keras untuk memastikan api tidak semakin meluas,” kata Saiful. Saat ini, penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan, dan petugas diminta untuk memberikan informasi lebih lanjut segera setelah mereka mendapatkannya.
Kebakaran di Rawa Buaya: Kejadian yang Mengejutkan Warga
Warga sekitar mengaku terkejut melihat api yang berkobar dari gudang tersebut. Banyak dari mereka yang berusaha membantu sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Beberapa saksi mata mengatakan bahwa api terlihat menyala dengan besar, menciptakan kepulan asap hitam pekat. Situasi ini menimbulkan kepanikan, dan banyak orang berusaha untuk menjauh dari lokasi kejadian.
“Saya mendengar suara ledakan kecil sebelum melihat api,” ujar seorang warga. Dia juga mengatakan, beberapa orang yang berada dekat lokasi sempat panik dan berlari meninggalkan tempat.
Satu orang yang melihat kejadian tersebut juga menambahkan, “Api terus meluas, dan kami tidak yakin dari mana asalnya.” Para warga berharap bahwa petugas segera dapat menentukan penyebab dari kebakaran ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Penanganan dari Dinas Pemadam Kebakaran
Dinas Pemadam Kebakaran segera merespon dengan mengerahkan sejumlah mobil pemadam ke lokasi. Dengan cepat, mereka mengatur strategi untuk memadamkan api supaya tidak meluas ke bangunan lainnya.
Dalam proses pemadaman, peralatan modern digunakan untuk memaksimalkan efisiensi. Para petugas terlihat bekerja dengan sigap, fokus pada upaya pemadaman agar asap dan api tidak menyebar.
Saful Rohman menjelaskan, “Kami juga memastikan tidak ada korban kebakaran sebelum proses penanganan selesai.” Penanganan yang cepat dan efisien merupakan kunci utama mencegah hal yang lebih parah terjadi.
Satu unit kendaraan yang terparkir di luar juga dijaga dengan baik untuk memastikan api tidak merembet lebih jauh. Keterlibatan petugas yang siap sedia di lapangan sangat krusial dalam meminimalisir kerugian lebih lanjut.
Evaluasi setelah Kebakaran Selesai
Setelah api berhasil dipadamkan, proses evaluasi pun dilakukan untuk mencermati kerugian yang terjadi. Anggota tim memeriksa lokasi untuk mendokumentasikan kerusakan yang ditimbulkan serta mencari tahu penyebab kebakaran.
Berdasarkan informasi awal, ada kemungkinan bahwa kebakaran ini dipicu oleh kelalaian yang tidak disengaja. Namun, hal ini masih memerlukan pemeriksaan yang lebih mendalam untuk memastikan asal mula api.
Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi dengan baik dalam pemulihan pascakejadian ini. Pertemuan dengan pemilik gudang dan pihak terkait lainnya akan diadakan untuk merencanakan langkah-langkah selanjutnya.
Dengan pengalaman yang didapat dari kejadian ini, diharapkan warga dan pemilik bangunan lebih waspada terhadap potensi kebakaran di masa mendatang. Edukasi tentang keselamatan kebakaran juga perlu ditingkatkan agar masyarakat tidak lagi terkena dampak serupa.









