Minggu malam, pertandingan seru terjadi di Stadion Kie Raha, saat Malut United bertemu dengan PSIM Yogyakarta dalam pekan ke-4 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan ini menjadi sorotan, terutama bagi pencinta sepak bola, karena keduanya memiliki ambisi kuat untuk meraih poin maksimal.
PSIM Yogyakarta, meskipun bertindak sebagai tim tamu, mampu memberikan kejutan besar dengan berhasil meraih kemenangan. Dengan skor akhir 2-0, ini menjadi hasil yang memuaskan bagi tim besutan pelatih yang cermat dalam strategi permainan.
Dalam beberapa momen awal pertandingan, PSIM menunjukkan potensi mereka. Sebuah peluang emas diciptakan oleh Ze Valente, tetapi sayangnya, tendangan kerasnya masih membentur tiang gawang, mengingatkan kita betapa dekatnya mereka dengan gol pertama.
Pertandingan yang Dihiasi Strategi dan Permainan Terbuka
Berselang beberapa menit, Malut United mulai menemukan permainan mereka. Meskipun momen itu terlihat menjanjikan, ketidak hadiran David da Silva cukup berpengaruh pada intensitas serangan yang doyan mereka bangun.
Babak pertama berakhir tanpa gol, menandai ketidakberuntungan Malut United dalam mencetak angka. Kekurangan pemain kunci seperti da Silva menjadi pembahasan hangat di kalangan penggemar dan analis sepak bola yang mengikuti liga.
Setelah turun minum, dinamika pertandingan mengalami perubahan. PSIM menampilkan permainan yang lebih agresif dan terbuka, menciptakan beberapa peluang berbahaya di depan gawang lawan. Namun, sejumlah kesempatan itu belum berhasil menjadikan mereka unggul lebih awal dalam laga.
Gol Pembuka yang Mengubah Arah Pertandingan
Pada menit ke-63, terjadi momen krusial saat Tyronne del Pino gagal memanfaatkan sepak sudut. Meskipun peluang itu terbuang sia-sia, spirit tim tetap terlihat di wajah para pemain PSIM yang terus berjuang.
Dua menit kemudian, Anton Fase juga tidak berhasil menjadikannya gol. Kesempatan demi kesempatan membuat PSIM semakin dekat untuk memecah kebuntuan yang ada di pertandingan ini.
Pembuktian Diri sebagai Tim yang Kompetitif di Liga
Momen itu diakhiri dengan sundulan Nermin Haljeta, yang dengan sigap menjaringkan bola ke gawang, membuat skor menjadi 1-0. Gol ini bukan hanya menambah kepercayaan diri tim, tetapi juga menunjukkan kualitas permainan yang ditampilkan PSIM malam itu.
Belum puas hanya dengan itu, mereka menambah keunggulan pada menit ke-74. Savio Sheva, yang menerima umpan dari Raka Cahyana, berhasil mengonversi kesempatan kedua menjadi sebuah gol, memperlebar jarak menjadi 2-0.
Dengan hasil ini, PSIM Yogyakarta belum merasakan kekalahan di empat laga pertama mereka di BRI Super League. Mereka kini mengoleksi delapan poin dan menempati posisi keempat dalam klasemen, membuktikan bahwa mereka adalah kekuatan yang patut diperhitungkan.
Kekalahan Pertama yang Menjadi Pelajaran Penting bagi Malut United
Di sisi lain, Malut United harus menerima kenyataan pahit dengan kekalahan perdana di musim ini. Pasukan yang dilatih oleh Hendri Susilo kini berada di peringkat tujuh dengan lima poin dari empat pertandingan yang telah mereka jalani.
Analisis pasca pertandingan menunjukkan bahwa Malut United perlu mengevaluasi strategi dan kinerja beberapa pemain. Tanpa kehadiran David da Silva, rencana permainan mereka tampak kurang efektif, dan ini dapat menjadi pelajaran berharga agar bisa kembali bersaing pada laga-laga mendatang.
Secara keseluruhan, pertandingan di Stadion Kie Raha ini menyajikan tontonan yang menarik bagi para penonton. Dengan dua gol dramatis dari PSIM, mereka menunjukkan bahwa tim tersebut memiliki semangat kompetisi yang tinggi dan mampu beradaptasi dengan tekanan dari lawan.