Menjelang musim libur Natal dan Tahun Baru 2026, diperkirakan permintaan mobil bekas akan meningkat secara signifikan. Tren serupa telah terlihat pada tahun-tahun sebelumnya, di mana banyak konsumen mulai beralih ke kendaraan bekas, terutama menjelang musim liburan yang biasanya diisi dengan perjalanan bersama keluarga.
Saat memasuki bulan Desember, penjualan mobil bekas menunjukkan kenaikan yang cukup menggembirakan. Hal ini sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang memilih mobil sebagai sarana transportasi selama liburan.
Menurut data yang dirangkum dari beberapa platform otomotif, Toyota tetap mendominasi pasar mobil bekas di Indonesia. Merek ini terus menjadi favorit dengan sejumlah model yang konsisten dicari oleh pembeli.
Pada periode Januari hingga November 2025, beberapa model Toyota yang paling diminati antara lain Kijang Innova, Avanza, dan Fortuner. Selain Toyota, Honda juga menunjukkan daya tarik dengan model kendaraan seperti HR-V dan Brio yang cukup banyak dicari.
Minat konsumen terhadap mobil jenis MPV tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan, menjadikannya pilihan utama bagi banyak keluarga. Segmen SUV juga menunjukkan popularitas, terutama dalam konteks kebutuhan berkeluarga.
Dari sisi harga, mobil bekas dalam kisaran Rp 100 juta hingga Rp 200 juta sangat diminati oleh konsumen. Kisaran harga ini dianggap paling sesuai dengan kebutuhan serta anggaran yang tersedia, menciptakan keseimbangan antara kualitas dan nilai ekonomi untuk pembeli.
Fenomena ini mencerminkan pola yang serupa pada tahun-tahun sebelumnya di saat musim libur Natal dan Tahun Baru. Pada tahun lalu, SUV menjadi kategori mobil bekas yang paling dicari, diikuti oleh MPV dan hatchback, menunjukkan preferensi pengguna yang bervariasi.
Selama periode tersebut, Toyota tetap unggul dalam hal merek mobil bekas, melampaui pesaing seperti Honda, Suzuki, dan Daihatsu. Model yang populer juga mengalami konsistensi, dengan Toyota Kijang Innova, Avanza, serta Fortuner yang terus mendominasi pangsa pasar.
Alasan Kenaikan Permintaan Mobil Bekas Menjelang Liburan
Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi waktu favorit untuk melakukan perjalanan bersama keluarga, sehingga kebutuhan akan mobil juga meningkat. Meningkatnya permintaan mobil bekas seringkali dipicu oleh orang-orang yang ingin memenuhi kebutuhan transportasi selama masa liburan ini.
Pembeli biasanya mencari kendaraan dengan ruang kabin yang luas untuk kenyamanan saat bepergian. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penjualan mobil bekas di pasar saat memasuki akhir tahun.
Keputusan untuk membeli mobil bekas juga menyangkut pertimbangan anggaran yang lebih hemat. Dengan harga yang relatif lebih terjangkau, konsumen bisa mendapatkan kendaraan yang masih berkualitas tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar.
Akses yang lebih mudah terhadap platform jual beli mobil bekas turut mempengaruhi kenaikan angka penjualan. Konsumen kini dapat dengan mudah mencari, membandingkan, dan membeli mobil bekas secara online, meningkatkan peluang transaksi yang lebih cepat.
Selain itu, tren mobil ramah lingkungan dan efisiensi bahan bakar juga mulai memengaruhi pilihan konsumen. Mobil bekas yang memenuhi kriteria tersebut semakin banyak dicari seiring dengan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan.
Model Mobil Bekas Paling Populer di Indonesia
Di antara berbagai merek, Toyota tetap menjadi favorit utama bagi pembeli mobil bekas. Tidak hanya karena reputasi mereknya, tetapi juga karena keandalan dan daya tahan dari model-model yang ditawarkan.
Toyota Kijang Innova dikenal sebagai kendaraan keluarga yang nyaman dan serbaguna, menjadikannya pilihan yang sangat populer. Sementara itu, Avanza menawarkan dimensi yang lebih kompak namun tetap bisa menampung banyak penumpang, sehingga sering menjadi pilihan keluarga kecil.
Fortuner, yang dikenal sebagai SUV tangguh, juga tak kalah diminati. Kekuatan dan performa yang baik membuatnya menjadi kendaraan pilihan di berbagai kondisi jalan, baik perkotaan maupun pedesaan.
Selain Toyota, Honda juga memiliki pangsa pasar yang signifikan. Dengan model seperti HR-V yang menawarkan desain modern dan fitur yang lengkap, serta Honda Brio yang dikenal efisien dalam konsumsi bahan bakar, keduanya menjadi pilihan menarik bagi konsumen.
Di sisi lain, model-model dari Suzuki dan Daihatsu juga cukup bervariasi dalam menarik perhatian konsumen. Meskipun tidak sepopuler Toyota atau Honda, mereka tetap memiliki penggemar setia di segmen mobil bekas.
Perspektif Pasar dan Masa Depan Mobil Bekas di Indonesia
Pasar mobil bekas di Indonesia menunjukkan potensi yang sangat besar, terutama menjelang tahun-tahun mendatang. Dengan tren berkelanjutan dalam pergeseran ke kendaraan bekas, sektor ini diprediksi akan terus tumbuh dengan baik.
Para pelaku bisnis juga mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang memfasilitasi penjualan online dan penyediaan informasi yang lebih transparan kepada calon pembeli. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen pada transaksi mobil bekas.
Di masa depan, keberadaan mobil ramah lingkungan tampaknya akan semakin penting. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan isu lingkungan, permintaan untuk mobil bekas yang hemat energi semakin ke arah yang positif.
Oleh karena itu, inovasi dalam penjualan dan penyediaan layanan purna jual akan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan. Pelaku industri yang mampu memberikan pengalaman terbaik kepada konsumen akan terus mendapat tempat di hati pembeli.
Secara keseluruhan, pasar mobil bekas di Indonesia terjaga dengan baik, terutama ketika memasuki musim liburan. Pembeli semakin cerdas dan selektif, yang membuat mereka lebih memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran keluarga.









