Mobil dengan bahan bakar LPG dan CNG terus menunjukkan perkembangan positif di pasar global, terutama di beberapa negara seperti Turki, Rusia, dan Korea Selatan. Kebangkitan ini didorong oleh insentif pajak dan berbagai tunjangan dari pemerintah yang menjadikan penggunaan kendaraan ini semakin menarik bagi masyarakat.
Selain lebih ramah lingkungan berkat emisi yang lebih rendah, biaya pengisian bahan bakar LPG dan CNG juga cenderung lebih murah dibandingkan dengan bensin konvensional. Hal ini menjadikan kedua jenis bahan bakar ini semakin menjadi pilihan bagi para konsumen yang berorientasi pada keberlanjutan dan penghematan biaya.
Tren positif ini tidak hanya terbatas pada negara-negara di luar negeri, tetapi juga mulai tampak di Eropa. Penjualan mobil berbahan bakar LPG dan CNG di kawasan ini mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2025, mencapai hampir 350.000 unit. Dengan angka tersebut, pertumbuhan sebesar 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya terlihat jelas sebagai tanda positif bagi industri otomotif.
Penyebab Peningkatan Permintaan Kendaraan LPG dan CNG
Kenaikan permintaan mobil dengan bahan bakar alternatif ini berakar dari beberapa faktor, termasuk kebijakan pemerintah yang mendukung transisi menuju kendaraan rendah emisi. Dinamika pasar yang semakin berfokus pada keberlanjutan juga mendorong produsen otomotif untuk melakukan inovasi dan mengembangkan model-model baru berbahan bakar LPG dan CNG.
Selain itu, banyak konsumen yang menyadari pentingnya memilih kendaraan yang lebih ramah lingkungan. Mereka berusaha untuk mengurangi jejak karbon dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan hidup. Dengan biaya pengoperasian yang lebih rendah, hadirnya kendaraan ini menjadi solusi menarik bagi banyak orang.
Bahkan beberapa negara di Eropa kini memberikan insentif tambahan untuk pembeli kendaraan berbahan bakar LPG dan CNG, di mana ini berperan besar dalam meningkatkan daya tarik calon pembeli. Dengan berbagai tunjangan dan keringanan pajak, membuat mobil ini semakin mudah diakses oleh rakyat.
Produsen Mobil dan Inovasi dalam Pembuatan Kendaraan Ramah Lingkungan
Dalam situasi ini, beberapa produsen otomotif mulai kembali mengeksplorasi teknologi LPG dan CNG sebagai bagian dari strategi mereka untuk memproduksi kendaraan ramah lingkungan. Saat ini, perusahaan-perusahaan tersebut berlomba-lomba untuk merilis produk baru yang menarik bagi konsumen.
Renault telah menjadi salah satu pemain kunci di sektor ini, dengan penjualan mobil LPG yang memimpin di Eropa. Dengan inovasi yang dikeluarkan, Renault menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan. Hal ini juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan lain yang aktif berpartisipasi di pasar ini.
Di sisi lain, DR Automobiles asal Italia juga membuat langkah signifikan dengan banyak menjual model yang mengalami konversi untuk memenuhi standar pasar Eropa. Ini menunjukkan bahwa kolaborasi antar produsen dapat memberikan dampak positif bagi industri secara keseluruhan.
Model Kendaraan Terlaris dan Preferensi Konsumen di Eropa
Model kendaraan LPG dan CNG yang paling laris di Eropa saat ini adalah Dacia Sandero. Komposisi penjualannya yang tinggi mencerminkan preferensi konsumen yang mulai mengarah pada kendaraan dengan bahan bakar alternatif. Setengah dari total penjualan mobil LPG dan CNG Dacia berasal dari model hatchback ini, yang menunjukkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut.
Peningkatan spesifikasi, kenyamanan, serta efisiensi bahan bakar menjadi beberapa faktor penting yang membuat Dacia Sandero sangat diminati. Hal ini juga mencerminkan bahwa konsumen saat ini lebih cerdas dalam memilih kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka.
Dengan hasil penjualan yang menggembirakan, Dacia Sandero bukan hanya mendominasi pasar, tetapi juga menjadi acuan bagi produsen lain untuk mengembangkan model serupa yang sesuai dengan selera konsumen. Ini adalah momentum yang menjanjikan bagi keberlanjutan pasar otomotif di Eropa.









