Insiden penerbangan yang melibatkan pesawat Turkish Airlines baru-baru ini menarik perhatian banyak orang. Pendaratan darurat yang dilakukan pesawat ini pada 4 Februari 2026 menciptakan kepanikan serta menimbulkan berbagai pertanyaan terkait keselamatan penerbangan.
Penerbangan THY272 yang berangkat dari Kathmandu menuju Istanbul mengalami masalah teknis serius. Dalam waktu singkat setelah lepas landas, pilot melaporkan bahwa salah satu mesin pesawat mengalami kebakaran.
Pesawat berjenis Airbus A330-300 ini seharusnya terbang selama delapan setengah jam. Namun, hanya beberapa menit setelah pengambilan off, situasi darurat muncul dan memaksa pilot untuk mengambil langkah luar biasa demi keselamatan semua penumpang.
Kejadian yang Membingungkan di Bandara Internasional Tribhuvan
Pihak berwenang Bandara Internasional Tribhuvan di Kathmandu mencatat kejadian yang mengkhawatirkan ini. Menurut informasi dari otoritas terkait, pesawat lepas landas dengan kondisi mesin yang baik, meskipun masalah muncul dengan cepat setelahnya.
Pejabat setempat melaporkan bahwa pesawat mengalami kebakaran pada mesin kanan. Hal ini tentu membuat para penumpang merasa was-was, meskipun pesawat masih dapat terbang dengan satu mesin aktif.
Pesawat yang mengangkut 225 penumpang serta 11 awak tersebut memiliki prosedur khusus dalam situasi darurat. Selama insiden berlangsung, pilot dan kru pesawat berupaya untuk memastikan bahwa semua penumpang tetap aman dengan tetap tenang menghadapi ancaman yang ada.
Reaksi dari Otoritas Penerbangan dan Manajemen Bandara
Otoritas Penerbangan Sipil Nepal (CAAN) menyampaikan informasi mengenai situasi ini secara terbuka. Mereka menekankan pentingnya informasi yang jelas bagi para penumpang dan pihak luar yang mengamankan keselamatan penerbangan.
Gyanendra Bhul, wakil juru bicara CAAN, memberikan penjelasan mengenai tahapan prosedur yang diambil oleh pilot. Proses komunikasi dengan menara kontrol juga menjadi bagian krusial untuk mengatasi situasi darurat yang muncul.
Selain itu, manajer umum Bandara Tribhuvan, Teknath Sitaula juga menanggapi insiden ini dengan menyatakan bahwa ini lebih dari sekadar masalah mekanis. Inspeksi menyeluruh diperlukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Pemulihan dan Evaluasi Penerbangan di Masa Depan
Setelah insiden ini, Turkish Airlines bersama pihak berwenang berkomitmen untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur keselamatan. Mereka berusaha untuk memastikan bahwa setiap pesawat dalam armada mereka dalam kondisi yang optimal untuk terbang.
Prosedur standar operasi dan langkah-langkah pencegahan dirasa perlu untuk diadaptasi. Dengan demikian, pengalaman penumpang dalam penerbangan berikutnya dapat ditingkatkan dan rasa aman serta nyaman dapat dipulihkan.
Melakukan pengecekan dan perawatan berkala pada pesawat menjadi hal yang harus diutamakan. Semua pihak yang terlibat dalam industri penerbangan diharapkan untuk bekerja sama demi keselamatan bersama.








