PT Jasa Marga (Persero) Tbk baru saja meresmikan ruas Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi yang dikenal sebagai Tol Prosiwangi Segmen Gending–Paiton. Pembukaan ini dilakukan untuk menghadapi lonjakan arus kendaraan yang biasanya terjadi saat Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantono, langkah ini merupakan bagian dari pengelolaan lalu lintas guna menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan masyarakat. Pembukaan secara fungsional ini dilakukan tanpa tarif sebagai alternatif bagi pengguna jalan.
Dengan pembukaan ruas tol ini, diharapkan pengguna jalan memiliki pilihan lain dalam berkendara, mengurangi kepadatan di jalur Pantura yang sering mengalami lonjakan volume kendaraan saat musim liburan panjang. Sekaligus, ini juga merupakan upaya proaktif dari Jasa Marga untuk mengoptimalkan pengelolaan lalu lintas di wilayah tersebut.
Pembukaan Ruas Jalan Tol Prosiwangi Yang Diharapkan Menguntungkan Masyarakat
Pembukaan ruas fungsional tol ini bertujuan untuk memberikan alternatif yang lebih baik bagi masyarakat saat berkendara. Rivan menambahkan bahwa Jasa Marga telah menyiapkan dukungan operasional yang lengkap untuk memastikan semuanya berjalan lancar.
Persiapan ini mencakup infrastruktur jalan hingga penempatan personel layanan lalu lintas. Dengan begitu, diharapkan tidak akan terjadi masalah yang serius saat arus lalu lintas meningkat.
Dalam konteks ini, kepolisian juga akan terlibat untuk mengatur dan memantau arus kendaraan. Hal ini penting untuk memberikan rasa aman bagi pengendara yang melalui ruas yang baru dibuka ini.
Ruas jalan ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya tarik perjalanan di Jawa Timur. Selain mengurangi waktu tempuh, pengendara akan merasakan kenyamanan yang lebih tanpa harus mengalami kemacetan yang kerap terjadi di jalur Pantura.
Lebih jauh lagi, keberadaan Tol Prosiwangi bisa membuka akses bagi pengembangan ekonomi di daerah sekitarnya. Dengan tol ini, distribusi barang dan jasa akan lebih efisien, yang pada gilirannya berdampak positif terhadap perekonomian lokal.
Strategi Jasa Marga dalam Mengelola Lalu Lintas di Musim Liburan
Untuk menghadapi musim liburan, Jasa Marga juga telah melakukan sejumlah strategi. Salah satunya adalah pengoptimalan sistem informasi lalu lintas untuk memantau kepadatan di berbagai titik. Dengan data tersebut, pihaknya dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat.
Selain itu, Jasa Marga juga berkomitmen untuk memberikan informasi terbaru kepada pengguna jalan. Melalui berbagai saluran komunikasi, mereka memastikan pengendara mendapatkan update mengenai kondisi jalan dan lalu lintas selama liburan.
Penggunaan teknologi seperti aplikasi ponsel untuk memantau kondisi jalan menjadi salah satu langkah inovatif yang dilaksanakan Jasa Marga. Hal ini diharapkan dapat membantu pengendara dalam merencanakan perjalanan dengan lebih baik.
Jasa Marga juga telah menyiapkan berbagai pos layanan di sepanjang ruas tol. Pos ini dilengkapi dengan petugas yang siap membantu pengguna jalan jika terdapat kendala dalam perjalanan.
Dari perspektif keselamatan, Jasa Marga memperkuat keamanan dengan penggunaan kamera pemantau pada titik-titik strategis. Ini merupakan langkah preventif yang penting dalam menjaga keselamatan pengendara.
Pentingnya Infrastruktur Jalan bagi Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Infrastruktur jalan yang baik seperti Tol Prosiwangi tentunya berperan besar dalam meningkatkan konektivitas antar daerah. Koneksi yang lebih baik ini akan mendorong investasi dan proyek-proyek ekonomi di kawasan sekitarnya.
Daerah-daerah pinggiran yang sebelumnya terisolasi kini mendapatkan akses yang lebih mudah. Hal ini memungkinkan penduduk lokal untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi tanpa kesulitan yang berarti.
Sekaligus, pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) diharapkan dapat meningkat. Dengan meningkatnya arus barang dan jasa, para pelaku UMKM akan memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang.
Keberadaan tol ini juga menjadi daya tarik bagi turisme di Jawa Timur. Pengunjung akan lebih mudah menjelajahi berbagai objek wisata, yang secara langsung akan meningkatkan pendapatan daerah.
Investasi di sektor infrastruktur ini adalah langkah maju untuk menciptakan lapangan kerja yang baru. Dengan semakin banyaknya proyek infrastruktur, kesempatan kerja akan semakin terbuka lebar bagi masyarakat.









