Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menekankan pentingnya anak muda menjadi individu yang tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi. Dalam penuturannya, ia menyatakan bahwa literasi keuangan yang baik sangat diperlukan sebagai bekal untuk meraih tujuan finansial serta memulai usaha yang berkelanjutan.
“Anak Medan terkenal paling tangguh dan memiliki naluri bertahan hidup yang tinggi. Namun, untuk dapat menghadapi berbagai kondisi ekonomi, mereka perlu menguasai literasi keuangan dan pengelolaan dana,” jelas Rico dalam pernyataannya di LPS Financial Festival yang diadakan di Medan.
Ia memberikan contoh konkret mengenai pengelolaan keuangan yang buruk, seperti meminjam Rp 20 juta tetapi hanya sebagian kecil yang digunakan untuk modal usaha. Ini menunjukkan perlunya pendidikan dan pelatihan dalam berbisnis serta mengelola keuangan secara bijak.
Sebelum melanjutkan, Rico mengajak sektor perbankan dan pemerintah untuk berperan aktif dalam mengedukasi pengusaha muda. Penting bagi mereka untuk memahami pengelolaan utang dan biaya yang diperlukan untuk menjalankan usaha dengan sukses.
Pada kesempatan yang sama, Rico berbagi pengalaman pribadinya dalam merintis usaha restoran sejak tahun 2005, di mana ia memanfaatkan pinjaman dari bank sebagai modal awal. Ia menjelaskan betapa pentingnya kerja keras dan dedikasi demi keberlangsungan usaha yang dijalankannya.
Menurut Rico, ia berhasil mendapatkan pinjaman yang memungkinkan dirinya untuk mengembangkan usaha dan mendukung pendidikan. Langkah tersebut menjadi titik awal bagi perjalanan wirausahanya, yang telah membuahkan hasil yang berkelanjutan.
“Dulu, kami tidak memiliki kekuatan finansial yang kuat, tetapi kami tetap mencari peluang. Kami mencoba berbagai jenis usaha, termasuk usaha kecil membeli dan menjual makanan. Akhirnya, dengan meminjam Rp 50 juta dari bank, kami mampu membuka restoran kecil-kecilan,” kenangnya.
Membangun Ketahanan Ekonomi Melalui Literasi Keuangan
Literasi keuangan merupakan fundamental yang memberikan pemahaman kepada anak muda tentang pengelolaan keuangan yang bijak. Ini penting untuk membangun ketahanan ekonomi yang solid dan menghadapi gejolak di pasar.
Tanpa pemahaman yang baik, banyak individu akan terjebak dalam masalah finansial yang berkepanjangan, seperti utang yang menumpuk. Oleh karena itu, pendidikan dalam pengelolaan keuangan sangat diperlukan di kalangan generasi muda.
Pemerintah dan institusi keuangan bisa bekerja sama dalam menyediakan program pelatihan yang lebih terstruktur. Melalui workshop, seminar, dan program mandiri lainnya, para pengusaha muda dapat belajar dari pengalaman orang-orang yang telah sukses.
Program literasi keuangan harus mencakup berbagai aspek, mulai dari cara mengelola pendapatan hingga investasi. Dengan pengetahuan ini, diharapkan anak muda dapat membuat keputusan finansial yang tepat, sehingga mampu mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.
Tak hanya itu, literasi keuangan juga mendorong para pemuda untuk berpikir kreatif dalam mencari solusi finansial, termasuk manajemen utang yang lebih baik. Hal ini dapat menjadi kunci untuk memastikan masa depan keuangan yang lebih cerah.
Pendidikan Keuangan Sebagai Pondasi Usaha yang Sukses
Pendidikan keuangan juga berperan penting dalam mempersiapkan para pebisnis baru menghadapi tantangan. Penguasaan konsep dasar keuangan seperti arus kas dan perencanaan anggaran sangat vital untuk mengeksekusi pelaksanaan usaha dengan baik.
Banyak pengusaha yang lebih fokus pada aspek operasional, namun melupakan pentingnya perencanaan keuangan. Tanpa perencanaan yang matang, pinjaman yang diterima bisa jadi membawa beban berat daripada keuntungan.
Salah satu langkah awal yang bisa diambil adalah membuat perkiraan pendapatan dan pengeluaran. Hal ini memungkinkan pengusaha untuk mengantisipasi kekurangan dana dan menyesuaikan strategi bisnis sesuai keadaan.
Lebih jauh, pendidikan keuangan yang cukup akan menghasilkan wirausaha yang lebih kompeten. Dengan setiap tantangan yang dihadapi, mereka dapat mengambil keputusan yang lebih bijak dan strategis untuk usaha yang mereka kelola.
Ketika anak muda dibekali dengan pengetahuan yang memadai, tingkat keberhasilan usaha mereka pun akan meningkat. Hal ini pada gilirannya akan berkontribusi positif pada perekonomian lokal dan nasional.
Peran Sektor Perbankan dalam Mendukung Usaha Muda
Sektor perbankan berperan krusial dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pengusaha muda. Mereka tidak hanya bisa memberikan pinjaman modal, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam hal edukasi keuangan.
Pihak bank bisa menyediakan berbagai program yang ditujukan untuk mendidik nasabah tentang pengelolaan finansial yang baik. Khususnya bagi usaha baru, penting untuk memberikan pemahaman tentang cara mengelola cicilan dan mengoptimalkan penggunaan dana pinjaman.
Dengan pendekatan yang proaktif, perbankan dapat membantu mengurangi risiko gagal usaha yang sering dihadapi oleh pengusaha pemula. Informasi dan bimbingan yang tepat juga akan membuat mereka lebih siap menghadapi tantangan nyata di lapangan.
Selain itu, bank juga dapat mewujudkan kerjasama dengan instansi pendidikan untuk memperkenalkan dunia kewirausahaan dan keuangan sedini mungkin. Melalui program-program ini, pendidikan kewirausahaan dapat menjadi bagian dari kurikulum.
Pelibatan sektor perbankan dalam mendukung pendidikan dan usaha anak muda menjadi langkah konstruktif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Melalui kerjasama ini, diharapkan dapat tercipta lebih banyak wirausaha berdaya saing yang berdampak bagi masyarakat.